Artikel terbaru

Menguangkan Bakat Desain Terpendam

Menguangkan Bakat Desain Terpendam

Desain, bicara mengenai desain, desain bukan cuma mengenai desain grafis, banyak hal yang berhubungan dengan desain, yaitu desain rumah, desain baju ataupun desain interior. Seni desain atau ilmu desain bisa kita pelajari secara Otodidak, dan beberapa seni desain memang sebuah bakat yang ada semenjak kita lahir. Sebenarnya tiap bakat bisa kita uangkan, jika kita jago mendesain rumah maka kita bisa menjual desain kita pada orang-orang yang ingin membuat rumah. 

Desain fashion pun bisa kita uangkan jika kita jago mendesain sebuah baju yang cukup laku dipasaran,  Hmm, sepertinya menggeluti dunia desain profitable dan menguntungkan. Bisa iya bisa tidak, kenapa?
Alasannya jika kita tidak tau bagaimana cara mengembangkannya maka semuanya akan percuma.

Namun karya manipulasi photoshop dan desain di indonesia seolah-olah tak dihargai dengan layak, contohnya aja desain animasi, sebuah karya animasi di negara maju seperti amerika per detik dihargai sekitar $100 dollar bahkan lebih Dengan kualitas kerja yang sama, para animator indonesia hanya dihargai kisaran Rp900.000 hingga Rp2,5 juta/bulan coba bandingkan dengan gaji  seorang animator asal negeri tetangga yaitu Singapura yang bisa mencapai Rp25 juta/bulan. Wow, beda sekali bukan?


Hmm, sudah cukup pembahasan mengenai gaji. sekaran kita balik ke pokok bahasan kita, yaitu Cara menguangkan bakat desain terpendam. Disini saya lebih menekankan untuk Desain grafis.

Banyak dari kita yang memiliki keahlian Desain yang di Pelajari secara Otodidaxx, meskipun otodidak namun lama kelamaan kita mulai mahir mengolah ide Desain Lewat Software Photoshop, CorelDraw, AI (Adobe Ilustrator), dsb. Sampai disini mulai berpikiran untuk bagaimana caranya bisa menghasilkan beberapa lembar uang dari Desain anda, karena anda mengawali dari Otodidax sehingga tidak memiliki Portofolio maupun jaminan Keahlian seperti Ijazah. Namun jangan berkecil hati, saya akan memberikan Tips bagaimana bisa menghasilkan Uang dengan Karya Desain anda.

Tips untuk memulainya ada 2 cara, pertama anda jual secara individu atau menjual lewat Website. Saya akan membahas untuk menjual Desain kita melalui Website terlebih dahulu, karena di rasa lebih Mudah.
                 

Menjual desain melalui website

Menjual Desain melalui website bisa di jadikan cara awal yang baik, kita hanya tinggal membuat Account atau SignUp pada situs Jual-beli desain kita pun sudah bisa menjualnya, Hal ini juga bisa juga untuk memantapkan Keahlian desain anda, karena kadang di sebagian banyak website itu ada  Lomba yang di Sponsori oleh sebuah Perusahaan, juga sekalian menambah Portofolio agar nanti lebih di Percaya jika kita ingin menjualnya secara langsung. Beberapa Website untuk menjual Desain seperti berikut:



Dsb.
Membicarakan menjual Desain di Website ada Kelebihan dan Kekurangannya, kelebihan menjual Desain melalui website antara Lain:

  • Lebih mudah sebagai pemula untuk memasarkan Hasil Karyanya, tanpa ada kerugian jika tidak laku.
  • Memberikan peluang anda untuk belajar lebih, karena dengan banyaknya pesaing dalam sebuah web, anda jadi ingin memperbaiki karya anda
  • Kadang di setiap website juga terdapat kompetisi membuat Desain, cocok buat mengasah kreatifitas anda secara lebih, juga bisa membiasakan membuat desain dengan tekanan dan syarat dari Pelanggan.
  • Sedangkan kekuragannya lebih merujuk ke Hak Cipta dari karya anda akan di Pegang oleh Pembeli, jadi anda tidak akan mendapatkan apa-apa setelahnya berupa Royalti, Namun itu harus di maklumi untuk anda yang masih pemula, sudah bisa menghasilkan uang dan desain anda berarti juga sudah layak utnuk di perjual belikan.
Oh ya, jika kalian punya web/blog pribadi kalian juga bisa mempromosikan desain kalian pada web kalian, Jika kalian jago html kalian bisa membuat portofolio yang unik dengan bahasa HTML dan Javascript. Atau bisa juga dengan cara memperbanyak karya kalian dan mempostingnya pada web pribadi, Itung-itung bisa buat back-up karya kalian :D

Menjual desain secara individu

                Selanjutnya saat melakukan penjualan secara individu, membutuhkan tenaga lebih, serta memiliki kesulitan dan kerugian di baliknya. Untuk tata caranya, anda bisa menjual desain anda melalui Kaskus, di sana tersedia FJB (Forum Jual Beli) yang akan membantu anda dalam menjual Desain anda, setiap hari anda tinggal Menyundul iklan anda setiap hari. Selanjutnya bisa juga dengan anda membuat sebuah Blog atau Website, memang di rasa lebih susah saat menjual melalui Blog maupun website, karena anda harus berpikir bagaimana cara memperkenalkan Blog atau Website anda. Kelebihan dan kekurangan menjual Desain secara Individu sebagai Berikut;

Kelebihan:

  •  Anda tidak hanya belajar ilmu desain, namun anda jadi bisa belajar tentang cara Pemasaran yang benar, juga memanajemen waktu anda.
  • Anda juga bisa mendapatkan Hak Royalti serta bisa mematok harga setiap desain anda sendiri (namun harus melalui jenjang tersendiri, tidak serta merta memberikan harga yang mahal)
  •   Anda juga bisa memilih siapa saja yang akan menjadi Klien atau Pembeli desain anda
  • Tantangan semakin banyak, membantu anda untuk mengembangkan ilmu anda
Kekurangan:
  •  Pemasaran sangat susah, karena di sini harus bisa bersaing secara terbuka
  • Anda mulai bertemu dengan Deadline, karena kadang ada Klien yang meminta untuk Desainnya di edit ulang, agar lebih sesuai dengan keinginannya
  •  Membutuhkan kesabaraan ekstra saat mengerjakan Desain dari Klien, karena tidak hanya sekali buat atau edit langsung puas, harus di ulang brerkali-kali
  • Kadang idealisme anda harus di Kesampingkan, karena anda harus menurut dengan yang membayar anda
                Memang untuk Menguangkan Bakat Desain Terpendam itu tidak mudah, harus terus belajar hingga mahir, langkah demi langkah bisa jadi pelajaran yang berharga buat kalian, kuncinya tetap berusaha dan terus berkreasi, asah selalu kreatifitas anda, buka pikiran dengan hal-hal baru yang Baru dan Positif.

Satu langkah awal lebih baik daripada seribu langkah yang masih rencana ^^

Hope you enjoy!!

Post Comment

Thanks for your comment