Monday, June 30, 2014

Bloodlamp: Lampu dari darah!!

Hihi, halo anuerz,,

Ada energi lampu alternarif nih yaitu Bloodlamp: Lampu dari darah lampu ini tidak menggunakan energi air, matahari, angin, baterai, listrik  dan lainnya melainkan lampu ini memakai darah kita. :O

Kebayang kan gimana sakitnya waktu nyalain lampu ini?
Cuma butuh setetes darah kita aja biar lampu ini bisa nyala. Oia, lampu ini cuma sekali pakai lhoo..
setelah kita tetesin darah kita lampu ini bisa menyala selama 24 jam, yang perlu di ingat lampu ini butuh darah segar.

Jadi lampu ini dipakai untuk keadaan darurat saja.

Cara penggunaanya Bloodlamp: Lampu dari darah ini mudah kok, menyeramkan tapi menakutkan juga sih :p
Caranya, kita harus memcahkan dulu bagian atas lampu yang berbentuk tabung itu trus dengan bagian atas yang tajam. Kita harus menggoreskan jari kita agar darah keluar dan kamu cukup meneteskan darah itu ke dalam tabung dan lampu akan menyala berwarna biru terang.

Dan darah segar itu membuat lampu ini menyala selama 24 jam, hihi kebayang ga? saat menyalakan lampu kita harus merasakan sakit dahulu.

jadi kita mesti berpikir dua kali sebelum menyalakan lampu itu, ide dari pembuatan lampu ini ditemukan oleh Mike Thompson. Seorang designer inggris yang tinggal di belanda.


Yang membuat lampu ini menyala adalah kandungan senyawa Luminol, senyawa kimia yang biasa digunakan oleh ahli ilmu forensik/FBI untuk mendeteksi keberadaan darah guna menyelidiki suatu Kejadian Perkara. Entah itu pembunuhan atau kecelakaan. Senyawa Luminol ini akan bereaksi pada besi (ferum) yang ada pada sel darah merah kita. dan sel darah itu yang akan membuat lampu ini menyala berwarna biru terang.

Untuk menggunakan lampu ini, kita harus mencampurnya menggunakan bubuk aktifasi. lalu kaca bagian atas dipecahkan dan meneteskan darah ke dalam bubuk.

Thompson atau penemu lampu ini mendapatkan ide ini beberapa tahun yang lalu ketika dia sedang studi master pada Akademi Design Eindhoven di Belanda. Dia melakukan penelitian mengenai energi kimia untuk proyek tersebut, dan mempelajari fungsi dan kegunaan luminol.

‘Bahwa energi menjadi sesuatu yang mahal, hal tersebut selalu membayangin pikiran saya. Penelitian ini adalah cara supaya kita berpikir secara alternatif mengenai cara menggunakannya’, Kata Thompson. Lampu tersebut dimaksudkan untuk ‘menantang persepsi manusia mengenai asal usul dari sumber energi kita’, demikian kata dia. Hal ini akan memaksa pengguna untuk ‘ berpikir ulang mengenai betapa berharganya energi, dan betapa selama ini telah terjadi pemborosan energi.’
Fakta bahwa lampu tersebut hanya bisa sekali digunakan, menjadikannya semakin pantas untuk jadi bahan renungan.
‘Kita harus dapat memutuskan, kapan menggunakan lampu tersebut, sebab ia hanya bekerja sekali,’ Kata Thompson. ‘ Hal itu menyebabkan kita merasa sayang untuk melakukan pemborosan.’
Thompson mendesain dan memproduksi lampu tersebut pada 2007, dan membuat video proyek tersebut pada tahun ini.

Jadi Lampu dari darah ini membuat kita untuk berpikir, berapa banyak energi yang kita gunakan untuk membuat lampu ini menyala. so, jangan boros energi yaa.

Lakukan penghematan!!

Credit: Livescience.com